Jakarta (Kabar Patriot.com) – Country Representative The Asia Foundation, Hana Satriyo mengatakan MoU ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya mengintegrasikan instrumen keuangan sosial Islam dengan pendekatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat guna memperkuat perekonomian warga sekaligus menjaga kelestarian hutan.
“Atas nama The Asia Foundation, saya menyampaikan terima kasih, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS atas visi progresif dalam mengintegrasikan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dengan agenda pelestarian hutan dan pengentasan kemiskinan,” kata Hana di sela-sela menyaksikan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat rentan di sekitar kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama The Asia Foundation (TAF) yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Turut hadir dalam agenda ini, Pimpinan Pengumpulan dan Mobilisasi BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, H. M. Imdadun Rahmat, Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistiyo; serta Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan BAZNAS RI, Tatiek Kancaniati.
Turut hadir pula Investment Advisor/Head of Nature Finance British Embassy Jakarta, Saul Hathaway; Programme Manager Environment and Sustainable Commodities Team FCDO British Embassy Jakarta, Irma Handayani; Direktur Program Tata Kelola Lingkungan TAF, Frans Siahaan; Ketua Badan Pelaksana di JKMA sebagai mitra TAF di Aceh, Zulfikar Arma; serta Wakil Direktur Pilar Nusantara sebagai mitra TAF di Sumatera Selatan, Hari Kusdaryanto. (rio/rls)
